|
Kali ini saya akan menceritakan
sedikit tentang kisah penyesalan seorang anak yang telah menyia-nyiakan nasehat
atau kasih sayang sang Ibu. Bait demi bait ini saya adopsi dari sebuah lagu
yang berasal dari negeri sakura jepang, yang berjudul Mirai e. Mirai
e sendiri dalam bahasa jepang mempunyai arti “ menuju masadepan”
|
|
“Ayo lihatlah langkah kakimu
|
|
Itulah
jalan hidupmu
|
|
Ayo lihat juga ke depan
|
|
Disanalah
masa depanmu
|
|
Begitu
banyaknya kasih sayang yang telah ibu berikan
|
|
Dengan
cintamu aku mengerti kehidupan yang silih berganti
|
|
Saat itu
aku terlalu kecil untuk mengerti semua
|
|
Ibu
membimbingku selalu menjalani masa depan
|
|
Cita-cita
yang tinggi setinggi langit
|
|
Bila tak
tercapai memang menyedihkan, namun jangan berhenti berharap
|
|
Tentukan langkah
dan masa depanmu, jangan putus asa
|
|
Jangan
cemas dan takut, doa ibu menyertaimu
|
|
Kasih
sayang ibu itu dulu tak kusadari, malah kusakiti hatinya
|
|
Kini setelah terpisah jauh, baru aku sadar
|
|
Perlahan
tapi pasti, jemputlah masa depanmu dengan hati penuh
keyakinan”
Dari bait tersebut dapat disimpulkan bahwa betapa cinta dan sayangnya
seorang Ibu terhadap anaknya meskipun telah mengabaikan nasehatnya. Beliau begitu ikhlas dan tulus
senantiasa mendo’akan sang anak.
Pesan yang dapat kita ambil dari bait-bait diatas adalah jangan sesekali
kita mengaibaikan atau bahkan membangkang apa yang telah Ibu nasehatkan.
Ingat, surga itu ditelapak kaki ibu…
Semoga bermanfaat yaa... :) :)
|
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 26 Desember 2014
Kasih sayang sang Ibu terhadap anak
Kamis, 20 November 2014
indah jika kita mampu berguna bagi banyak orang
Hal terpenting dalam hidup ini adalah ketika kita bisa bermanfaat bagi banyak orang. Mengapa demikian? karena pada hakekatnya manusia adalah makhluk sosial yang sejatinya selalu membutuhkan satu sama lain.
Dalam hadist pun disebutkan ;
“Seorang mukmin terhadap mukmin (lainnya) bagaikan satu bangunan, satu sama lain saling menguatkan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Melihat fenomena sekarang ini makin miris, yakni kebanyakan dari mereka terlalu bersikap individualis. Individualis dalam artian hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri tanpa melihat hal lain disekitar.
Sesunggunhya hal sekecil apapun yang mampu kita berikan kepada orang lain akan mendapatkan balasan dari_NYA, subhannallah.. :)
Yuuk selalu berusaha untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain , hehe Aammin.
Dalam hadist pun disebutkan ;
“Seorang mukmin terhadap mukmin (lainnya) bagaikan satu bangunan, satu sama lain saling menguatkan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Melihat fenomena sekarang ini makin miris, yakni kebanyakan dari mereka terlalu bersikap individualis. Individualis dalam artian hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri tanpa melihat hal lain disekitar.
Sesunggunhya hal sekecil apapun yang mampu kita berikan kepada orang lain akan mendapatkan balasan dari_NYA, subhannallah.. :)
Yuuk selalu berusaha untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain , hehe Aammin.
Langganan:
Postingan (Atom)